Pro Kontra Isu Izin Pengelolaan Tambang untuk Ormas Keagamaan di Media Sosial dan Media Online
Selama 2 minggu (1-14 Juni 2024), isu pemberian izin pertambangan kepada ormas keagamaan diberitakan di media online dan posting media sosial sebanyak 1.406 buah
● Percakapan lebih banyak di media online dibandingkan media sosial. Isu ini kurang menarik perhatian warganet, kemungkinan karena isu ini membutuhkan pengetahuan warganet. Media online tampak berhati-hati dalam mengangkat isu ini. Pihak yang pro dan kontra disajikan oleh media. Sentimen yang muncul dalam penberitaan media online, mayoritas (97%) adalah netral. Suara kritis yang menolak izin pertambangan untuk ormasi keagamaan, lebih banyak ditemukan dalam percakapan warganet di Twitter (X). Di Twitter, percakapan dengan sentimen negatif sebanyak 24.9%. Sementara di Facebook, suara negatif hanya 3.3% dan Youtube hanya 4.1%.
● Penelitian ini menggunakan metode analisis isi komputasional. LSI DennyJA Public Policy mengumpulkan percakapan di media sosial dan media online menggunakan kata kunci (keyword) “ormas keagamaan tambang”; “izin ormas mengelola tambang”; “izin tambang ormas”, dan “ormas keagamaan kelola tambang”. Hasil dari crawling ini dilakukan pembersihan (cleaning) untuk mengecek apakah percakapan dan konten relevan, sebelum dianalisis.
● Periode pengumpulan data selama 2 minggu (1 Juni 2024 hingga 14 Juni 2024. Total data yang dikumpulkan berjumlah 1.406 buah.
Pro Kontra isu izin Pengelolaan Tambang
Send download link to:
